Salam hangat ( Sahabat Sederhana) Menjadi orang tua baru pasca melahirkan pertama itu memang sangat berat, apalagi buat para orang tua muda yang notabennya awan dalam merawat anak. Pembelajaran dari keluarga, saudara serta lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap pola asuh yang kita terapkan kemudian hari. Besar tumbuh kembangnya anak adalah berkaitan langsung dengan apa yang ada disekitar kita.
SAHABAT SEDERHANA admin mempunyai beberapa tips bagaimana cara mendidik usia dini, berikut ulasannya :
Mulailah ajarkan tentang agama
Pendidikan agama dalam keluarga merupakan hal yang sangat penting dan menjadi bagian dari pendidikan karakter anak. Dengan pendidikan yang baik di rumah, karekter anak pun bisa berkembang ke arah yang positif.
Salah satu caranya yaitu dengan memberikan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga. Pemahaman agama yang cukup dapat menjadi benteng moral bagi anak seumur hidupnya.
Selain itu, para orang tua juga harus terus menunjukan padanya mengenai pentingnya berbuat baik terhadap sesama. Berilah ia contoh perbuatan-perbuatan yang baik agar ia bisa menjadikan orangtuanya sebagai panutan.
Cara menjadi orangtua yang baik bagi anak adalah dengan menjadikan diri sendiri contoh yang baik pula dan bisa ditiru kebaikannya oleh anak.
Misalnya, Mama bisa memberi contoh kepada anak tentang pentingnya menolong orang lain, bersikap ramah, tidak pelit, dan lain sebagainya.
Berikan kegiatan yang menyenangkan
Sahabat Sederhana bisa mengajari anak berbagai gerakan olahraga yang ringan. Cara ini sangat penting untuk membantu anak bisa menyeimbangkan antara perintah dari otak dan otot. Orang tua bisa mencoba memberikan contoh lalu diikuti oleh anak-anak. Kemudian dari kegiatan ini maka anak-anak juga bisa belajar cara mengatur gerakan tubuh agar lebih baik dan seimbang. Cara ini juga bisa membantu menjadi pedoman terapi anak terlambat bicara.
Mencoba mengajak latihan untuk perkembangan mental dan jiwa
Anak-anak yang masuk dalam usia dini juga memiliki perasaan yang sangat halus. Kemudian mereka juga berusaha untuk mengerti perasaan orang dewasa namun dengan pikiran mereka yang masih anak-anak. Kondisi ini sering terjadi pada anak yang sudah masuk ke taman pendidikan khusus untuk anak. Mereka bisa melihat teman yang sedih dan ikut sedih, lalu teman yang tertawa maka mereka juga bisa tertawa.
Kenali pemicu tantrum
Tantrum adalah kejadian yang wajar terjadi pada setiap anak. Maka itu, setiap orangtua harus tahu betul apa yang membuat anaknya tantrum dan rewel. Kebanyakan anak, memang akan memiliki emosi yang meledak-ledak saat merasa lapar atau mengantuk. Nah, baiknya hindari waktu-waktu ini saat Anda ingin mengajarkan disiplin pada anak. tantrumadalah kejadian yang wajar terjadi pada setiap anak. Maka itu, setiap orangtua harus tahu betul apa yang membuat anaknya tantrum dan rewel. Kebanyakan anak, memang akan memiliki emosi yang meledak-ledak saat merasa lapar atau mengantuk. Nah, baiknya hindari waktu-waktu ini saat Anda ingin mengajarkan disiplin pada anak.
Misalnya, bila Anda ingin mengajarkan anak untuk disiplin waktu tidur, pastikan Anda dan si kecil berada di rumah pada jam-jam tidur siang dan malam. Jadi, hindari membawanya ke supermarket atau tempat lainnya saat si kecil mengantuk atau lapar.
Di sinilah diperlukan kerja sama Anda dan si kecil agar proses mendidik anak berjalan dengan lancar. Kalau anak masih tantrum, berikan mainan kesukaannya terlebih dahulu untuk memicu suasana hatinya lebih baik. Barulah setelah itu Anda bisa kembali mengajaknya bermain sambil belajar bertanggung jawab dengan apa yang si kecil lakukan. Jangan lupa untuk berikan pujian pada si kecil saat dia berhasil melakukan kegiatan positif versi dirinya
Ikuti pola pikirnya
Sahabat Sederhana cara mendidik anak sejak balita lainnya adalah dengan mengikuti pola pikir si kecil. Memang sangat mudah untuk merasa kesal saat si kecil membuat seisi rumah berantakan. Hari ini si kecil menggambar seluruh dinding rumah dengan krayon, lalu keesokannya menyebarkan mainan tanpa membereskannya lagi. Anda tentu pusing dibuatnya.
Namun ingat, pola pikir Anda tentu berbeda dengan pola pikir si kecil. Mungkin bagi Anda membereskan mainan adalah hal yang mudah dan dapat cepat diselesaikan, tapi belum tentu untuk si kecil.
Jadi, cobalah untuk mengikuti pola pikir anak. Pada anak seusianya, hal-hal seperti itu memang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ingat pula bahwa Anda pun melakukan hal yang sama saat seusianya. Ini karena usia balita adalah masa ketika si kecil belajar dan mengenal apa yang ada di sekitarnya.
Jadi, alih-alih kesal karena si kecil tidak mau disuruh untuk membereskan mainnanya. Anda bisa ikut membantu membereskan mainan tersebut dan memberi contoh yang baik padanya. Beri tahu ia jika hal ini penting untuk dilakukan dan adalah tugasnya. Dengan begitu, ia lama-kelamaan akan terbiasa untuk melakukannya. Jangan lupa berikan si kecil pujian jika ia berhasil membereskan mainannya sendiri.
Ajari anak berbuat mandiri
Anak-anak yang sudah masuk usia dini, mereka juga sangat senang untuk mandiri. Mereka sangat senang jika diijinkan untuk memakai baju sendiri, memilih baju sendiri, memakai sepatu sendiri dan juga makan sendiri. Jika sudah seperti ini sebaiknya orang tua tidak terlalu banyak campur. Biarkan anak melakukan kegiatan itu sendiri, dan jika salah maka culup diingatkan saja
Cara mengajari anak disiplin
Sebuah kedisiplinan juga perlu diajarkan sejak anak masuk usia dini. Ini menjadi salah satu cara mendidik anak usia dini untuk mengerti tentang aturan. Namun Anda tidak boleh mengajarkan terlalu keras sehingga anak bisa menjadi trauma. Misalnya dengan membentak maka ini tidak dibenarkan karena ada bahaya dampak membentak anak. Rasa trauma bisa menyulitkan anak untuk berkembang di masa depan. Berikut ini tips mengajari anak untuk disiplin.
- Jangan biasakan berdiskusi panjang. Anak-anak hanya mengerti dengan bahasa mereka jadi ajarkan tentang larangan atau anjuran yang baik dengan bahasa yang sangat singkat.
- Jangan meminta hasil langsung dari anak karena anak-anak biasanya menerapkan disiplin dengan cara perlahan dan sesuai daya imajinasi mereka.
- Jangan terlalu agresif dengan anak dan berikan mereka waktu untuk mengerti nasehat yang Anda berikan.
- Anda juga harus mencari penyebab mengapa anak tidak sopan, melawan, atau sering marah dengan orang tua.
- Biasakan untuk berbicara yang baik dengan anak-anak sehingga mereka mengerti. Anda bisa mencoba untuk berbicara lembut dan ketahui apa yang diminta oleh anak-anak.
- Berikan contoh yang baik untuk anak sehingga mereka juga melihat apa yang dilakukan orang tua. semisal menerapkan sifat berbagi kepada orang sekitar atas kepemilikan yang sekiranya bisa dibagi atau di sharing.
- Berikan hukuman tapi ringan dan menyenangkan. Anda bisa mencoba memberikan hukuman namun dengan bahasa yang lain dan mudah dimengerti oleh anak. Kemudian berikan penjelasan mengapa Anda harus berbuat seperti itu.
- Kedisplinan akan menjadi kelebihan tersendiri apabila diterapkan sejak dini, dampaknya adalah anak menjadi lebih tahu dan peka terhadap lingkungan disekelilingnya.