Penyakit Hati

Hai Sahabat Sederhana,

Dunia ini penuh dengan gejolak, dimana-manaa berpotensi terjadi masalah. Itu tidak hanya datang dari luar diri ini melainkan persoalan kehidupan yang sesungguhnya berada di dalam diri sendiri, di dalam hati masing-masing orang. Semakin bagus kemampuan anda untuk memanajemen pola pikir yang dimilik maka semakin baik pula sikap yang diekspresikan. Diantara sekian banyak persoalan yang kita timbulkan sendiri, satu hal yang paling kuat adalah iri hati.

Penyakit hati adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia. Penyakit hati dalam islam bukanlah penyakit hati yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, chirhosis, dan lain sebagainya. Penyakit yang ada dalam hati setiap orang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya.

Mengenai penyakit hati ini disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut;

Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir”. (QS. At-Taubah : 125)

Dalam firman diatas disebutkan bahwa penyakit dalam hati seseorang bisa membawa pada kekafiran dan mati dalam keadaan kafir. Hal ini tentunya tidak diinginkan oleh setiap muslim manapun. Maka dari itu selayaknya sebagai muslim kita harus senantiasa menjaga hati dari berbagai kotoran dan penyakit yang bisa merusak keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Jenis Penyakit Hati

1. Hasad, Iri dan Dengki


Ketiga jenis penyakit ini hampir sama dimana perasaan hasad atau iri adalah orang yang tidak suka jika seseorang mengalami kebahagiaan, sementara perilaku atau sifat dengki lebih parah lagi, ia bukan hanya tidak senang jika seseorang mendapatkan kebahagiaan, ia juga akan mendoakan agar kebahagiaan hilang dari orang tersebut dan berpindah pada dirinya. Sebagaimana yang terkandung dalam firman Allah QS. An-Nisa ayat 32.

2. Sombong atau Takabur


Perilaku sombong atau takabur sangatlah tidak disukai Allah SWT. Seseorang yang sombong biasanya akan merasa bangga pada dirinya dan apa yang dimilikinya dan menganggap remeh orang lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang diperbolehkan memiliki sifat sombong karena hanya Allah sajalah yang diperbolehkan untuk sombong karena Ia pemilik langit dan bumi. Sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Isra’ ayat 37.


Perilaku sombong atau takabur sangatlah tidak disukai Allah SWT. Seseorang yang sombong biasanya akan merasa bangga pada dirinya dan apa yang dimilikinya dan menganggap remeh orang lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang diperbolehkan memiliki sifat sombong karena hanya Allah sajalah yang diperbolehkan untuk sombong karena Ia pemilik langit dan bumi. Sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Isra’ ayat 37.

3. Riya atau Suka Pamer


Seseorang yang berbuat baik hanya untuk pamer atau menunjukkannya pada orang lain dan merasa bangga dengan hal itu adalah termasuk orang yang riya. Sifat riya bisa menghilangkan pahala kebaikan itu sendiri sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 264.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا
” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)


Seseorang yang berbuat baik hanya untuk pamer atau menunjukkannya pada orang lain dan merasa bangga dengan hal itu adalah termasuk orang yang riya. Sifat riya bisa menghilangkan pahala kebaikan itu sendiri sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 264.

4. Bakhil atau Kikir


Bakhil atai kikir adalah salah satu penyakit hati dimana seseorang yang tidak mau atau memberikan sedikit hartanya pada orang yang membutuhkan sementara ia memiliki harta tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al-Imran ayat 180.


Bakhil atai kikir adalah salah satu penyakit hati dimana seseorang yang tidak mau atau memberikan sedikit hartanya pada orang yang membutuhkan sementara ia memiliki harta tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al-Imran ayat 180.

5. Ujub


Ujub merupakan suatu sifat yang suka membangga-banggakan diri atas apa yang ia miliki sementara apa yang ia miliki tersebut tidaklah ia sadari merupakan karunia Allah SWT. Sifat ujub bisa merusak hati dan cenderung membuatnya sombong.


Ujub merupakan suatu sifat yang suka membangga-banggakan diri atas apa yang ia miliki sementara apa yang ia miliki tersebut tidaklah ia sadari merupakan karunia Allah SWT. Sifat ujub bisa merusak hati dan cenderung membuatnya sombong.

Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan“. (QS. Al-Baqarah: 10)

Ada beberapa pelajaran dari ayat di atas, di antaranya:
Pertama

Menurut al-Baidhowi di dalam tafsirnya (1/166), sakit adalah sesuatu yang mengganggu keseimbangan  badan sehingga membuat kerusakan di dalam beraktifitas. Sakit dibagi menjadi dua, sakit hati dan sakit fisik.

Selain itu, terdapat penyakit hati dalam bentuk lain, seperti sakit hasad, dengki, iri, dan dendam yang kadang juga menimpa sebagian orang-orang Islam.
Kedua

Penyakit hati jauh lebih berbahaya dari penyakit fisik, hal itu karena beberapa sebab:

1. Allah mencela orang yang mempunyai penyakit hati dan tidak pernah mencela orang yang mempunyai penyakit fisik.
2. Penyakit hati, seperti iri, dengki dan dendam bisa menyebabkan munculnya penyakit fisik, seperti stress, sesak nafas, pusing, jantung, tekanan darah tinggi dan kanker.
3. Penyakit hati menyebabkan orang celaka dunia dan akhirat, berbeda dengan penyakit fisik yang tidak menyebabkan celaka di akherat.
Ketiga: Allah menyebutkan: “Di dalam hati mereka ada penyakit“ ini menunjukkan bahwa penyakit tersebut sudah masuk ke dalam tubuh secara permanen, sehingga menjadi akut dan susah untuk dihilangkan, karena berada di dalam hati.

Keempat

“Maka Allah menambah penyakit tersebut”, menunjukkan bahwa kekafiran, kenifak-an dan kemaksiatan itu bisa bertambah dan berkurang.

Kelima

Bahwa kesesatan seorang hamba berasal dari perbuataannya sendiri. Jadi, Allah tidak mendzoliminya, tetapi hamba itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.

Ke
enam

Penyakit hati terdiri dari penyakit syahwat dan syubhat. Penyakit syahwat berhubungan dengan maksiat anggota badan. Sedang penyakit syubhat berhubungan dengan hati dan pemikiran, seperti meragukan kebenaran Islam,
Ketujuh

Penyakit syubhat bisa mengeluarkan seseorang dari keimanan sehingga menjadi kafir.Untuk mengobati penyakit syhubhat, seseorang hendaknya belajar dan mencari ilmu syar’i. Adapun untuk mengobati penyakit syahwat, hendaknya sering mengingat kematian.Penyakit syubhat bisa mengeluarkan seseorang dari keimanan sehingga menjadi kafir.

Jadi Sahabat Sederhana jangan sampai hati kita ditumbuhi penyakit-penyakit yang bisa membuat kita terlena akan nafsu yang membuat kita menjadi rugi, sebagai orang yang beragama kita harus meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT supaya kita dijauhkan dari penyakit – penyakit hati yang sudah terperinci dan disebutkan diatas.

Diterbitkan oleh Sederhana

Sederhana

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai