Sang Penggoda dan Si Penggoyang Lidah

google.com

Sahabat Sederhana bagaimana kabarnya, semoga baik baik saja. Di artikel kali ini admin ingin membahas SANG PENGGODA yang bisa membuat kita goyang – goyang sampai keringatan. Pasti mantap ini SANG PENGGODA nya, karena bisa membuat goyang – goyang sampai keringetan. Eits, tapi goyangnya ini beda karena yang goyang disini adalah lidah kita, xixixix … sampai keringetan karena menyantapnya. Ini dia sang penggoda kita, Ya … yaitu Sambal.

Sambal adalah istilah besar yang dalam kuliner Indonesia merujuk pada saus pedas. Secara garis besar, sambal berbahan utama cabai yang dilumatkan sehingga keluar kandungan sari cabe dan ditambah bahan-bahan lain seperti garam dan terasi.

Sambal merupakan salah satu unsur khas hidangan Indonesia. Sambal juga ditemukan dalam kuliner Asia Selatan dan Asia Timur. Ada bermacam-macam variasi sambal yang berasal dari berbagai daerah. Contohnya dari Indonesia kita sendiri sahabat sederhana, seperti : sambal terasi, sambal matah, sambal bawang, sambal tomat, sambal teri dan masih banyak lagi ragamnya.

Bagi penyuka selera pedas, kurang lengkap rasanya jika makan tanpa ada si PENGGODA . Olahan saus dengan bahan dasar cabai yang dihaluskan ini dianggap sebagai pembangkit selera makan. Sensasi pedas yang terasa di mulut justru membuat para penikmatnya semakin ketagihan menghabiskan makanan. Meskipun sambal yang terlalu pedas berisiko negatif pada pencernaan, tetap saja menu ini menjadi favorit bagi sebagian orang (Bahkan sebagian orang sambal adalah menu wajib pada saat hidangan makan disajikan). Bagaimana dengan sahabat sederhana, apakah juga seperti itu ?

Di Indonesia menu yang notabenenya bersifat sebagai condiment rasanya tak bisa dipisahkan dari gaya masakan kita (seperti citra rasa yang sangat khas). Sambal juga termasuk unsur olahan khas yang ditemukan pula pada kuliner Asia Selatan dan Asia Timur. Meskipun begitu, kita boleh berbangga hati, karena Sambal Ulek Indonesia termasuk dalam salah satu masakan terpedas di dunia.

condiment : Bahan penyedap adalah sesuatu yang dimasukkan ke dalam makanan untuk memberikan rasa pada makanan

Kembali pada judul di atas, dari mana asal mula sambal si penggoda selera ini ya? Sambal ternyata sudah ada dalam manuskrip Serat Centhini yang dibuat tahun 1814. Serat Centhini, sendiri termasuk manuskrip yang berisi pengetahuan tentang keagamaan, kesenian, ramalan, sulap hingga makanan dan minuman tradisional Jawa. Sebanyak 46 jenis sambal yang disebutkan dalam manuskrip tersebut, diantaranya sudah saya sebutkan diatas (sambal terasi, sambal matah, sambal bawang, sambal tomat, sambal teri dan masih banyak lagi ragamnya).

Serat Centhini, atau juga disebut Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga, merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu.

Selain itu, dalam buku resep lama Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek karya J.M.J Catenius van der Meijden (1903) disebut pula resep sambal bajak . Sebagai informasi,  buku resep lama tersebut merupakan buku pegangan wajib para perempuan Belanda sebelum datang ke Hindia. Masih dalam buku tersebut, ada pula resep sambal serdadu alias sambal terasi. Menu sambal serdadu ini khusus disiapkan untuk bekal para serdadu pada saat ekspedisi atau bertempur. Bisa disimpulkan, ternyata asal mula sambal di negeri ini sudah ada sejak lama sekali.

Bahkan pada masa itu, banyak orang Belanda yang gemar mengoleskan sambal sebagai beleg (isi roti) di atas roti. Pada zaman kolonial, pembantu rumah tangga yang paling tinggi bayarannya, adalah mereka yang pandai membuat sambal. Bahkan tidak jarang, para pembantu yang dianggap pandai membuat sambal, diboyong serta oleh majikan mereka ke negeri asalnya, Belanda.

Meski merupakan makanan asli Indonesia, namun tanaman cabai yang menjadi bahan baku utama sambal, bukanlah asli dari Indonesia. Tanaman tersebut dibawa oleh para penjelajah Barat dari benua Amerika pada masa Jawa Kuno sekitar abad ke-10, yang kemudian ditanam di tanah air.

Terlepas dari Serat Centhini dan buku resep lama, Nusantara ini memiliki banyak jenis sambal yang dapat dinikmati. Contohnya sambal cibiuk dari Garut, sambal lada hijau dari Padang, sambal terasi matah dari Pasundan, dan masih banyak lagi. Tiap sambal yang dihasilkan tentu menggunakan berbagai bahan campuran untuk menghasilkan rasa yang beraneka ragam.

Sambal cibiuk misalnya memiliki keunikan dari campuran cabai yang tidak dihaluskan ada pula sambal lada hijau yang dibuat dari cabai rawit hijau.

Sambla Khas Indonesia

1. Sambal Pecel

https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2018/06/6d7b58cd3f47ebeeeee51dd5019a273e_600x400.jpg
cdn.idntimes.com

Sambal yang satu ini berbahan dasar Kacang Tanah, Bawang Merah dan Putih, Asem Jawa, daun jeruk serta Garam dan pastinya Cabai. Level Cabainya yang membedakan seberapa pedas Sambal tersebut. Asal muasalnya dari Madiun Jawa Timur, meski banyak juga daerah yang mempopulerkannya seperti Kediri, Tulungagung, Tegal, Banyumas dll. Hidangan ini komplit apabila dengan nasi putih plus aneka sayuran, rempeyek kacang. Cara penyajiannya bisa dalam piring atau daun pisang yang disebut pincuk.

2. Sambal Terasi

https://i.pinimg.com/474x/f9/61/29/f9612995f290ea9d94b30c423e0967f3.jpg
pinterest.com

Sebagian masyarakat Indonesia beranggapan kalau belum ada Sambal Terasi maka makanan pun serasa tak lengkap. Terasi atau juga disebut Belacan terbuat dari ikan atau Udang Rebon yang difermentasikan. Komposisinya ialah cabai merah, cabe rawit, bawang merah dan putih, garam gula jawa, tomat, dan yang tak boleh ketinggalan Terasi yang sudah digoreng atau dibakar.

3. Sambal Padang / Sambal Cabe Ijo

https://www.bukumasakan.com/wp-content/uploads/2018/08/sambal-ijo-padang-760x600.jpg
bukumasakan.com

Sambal Hijau adalah sambal yang tidak akan ditemukan kecuali di masakan padang. Biasanya sebagai pelengkap menu utama. Dan tidak terlalu pedas karena tidak dicampur cabai rawit. Sambal cabe ijo ini juga sering disebut dengan sambal lado ijo, berasal dari Sumatera Barat. Kalau kamu makan di rumah makan Padang, bisa dipastikan diberikan sambal cabe ijo sebagai pelengkap nasi kamu. Menggunakan cabai hijau besar sebagai bahan utamanya, rasa sambal cabe ijo ini sebenarnya tidak terlalu pedas. Cara membuatnya dengan menggunakan cabai hijau besar dibuang bijinya lalu dikukus, setelah itu dicampur dengan bahan lain seperti tomat, bawang putih, garam, dan gula kemudian ditumis. Cara seperti ini membuat rasa pedas sambal cabe ijo ini menurun cukup jauh. Apalagi sambal cabe ijo khas Sumatera Barat ini umumnya tidak menggunakan cabai rawit. Rasa dari sambal cabe ijo ini pedas dan sedikit asam, didapat dari kucuran jeruk nipis. Cukup menyegarkan dan cocok bagi kamu yang gak terlalu suka pedas

4. Sambal Tumpang

https://i1.wp.com/resepkoki.id/wp-content/uploads/2018/08/Resep-Sambel-Tumpang.jpg?resize=860%2C380&ssl=1
IG:@dewiemodesto

Sambal Tumpang sebetulnya merupakan khas Kota Kediri, namun banyak di Jawa yang mempunyai Sambal sejenis. Terbuat dari tempe yang hamper/telah busuk atau Tempe Bosok, dimasak dan dicampur dengan aneka bumbu seperti cabai, bawang, garam dan bumbu dapur lainnya. Dulu, di daerah Jawa tempe busuk menjadi andalan untuk campuran bumbu karena memberi rasa gurih dan enak. Kini kehadiran Tempe bosok digantikan oleh penyedap yang sudah menggeser tradisi tersebut. Cara penyajiannya samba dengan Sambal Pecel, sebagai pelengkap lazimnya ada rempeyek teri atau rempeyek kacang.

5. Sambal Korek

https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/2k1DPNUrhaUkPIh1PpTvQYo8Ftg=/680x383/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2579985/original/055787600_1546586082-resep-sambal-korek-pedasnya-mantap.jpg
hobizine.blogspot.com

Sambal ini mulai terkenal melalui gerai restorant Bebek di kota-kota besar Indonesia. Cabai yang diuleg kasar bercampur bawang putih dan sedikit garam kemudian ditambah dengan minyak panas dari minyak yang dipakai menggoreng bebek atau ayam. Sambal yang kono asli Solo ini sangat mudah membuatnya.

6. Sambal Rujak

https://img-global.cpcdn.com/003_recipes/c988fa3fa313e1a4/751x532cq70/sambal-rujak-buah-foto-resep-utama.jpg
cookpad.com

Sambal rujak ini umumnya sebagai pelengkap makan buah, bukan untuk makan nasi. Dasar orang Indonesia umumnya memang suka pedas, makan buah saja ditemani oleh sambal yang manis dan pedas. Menjelang jam makan siang atau jam ngemil sore, biasanya tukang buah atau tukang rujak mulai dilirik tuh. Jam-jamnya ngantuk menjelang bubaran kantor, biasanya lidah pengennya nyari yang segar-segar

7. Tertinggal

Masih banyak lagi jenis sambal khas Nusantara, makanya admin tulis teringgal karena siapa tahu sahabat sederhana mau nambahi jenisnya dikolom komentar. Tapi jangan lupa ya sertakan juga penjelasannya.

Terima Kasih.

Diterbitkan oleh Sederhana

Sederhana

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai