Sahabat Sederhan dalam Islam, duʿāʾ, secara harfiah berarti permohonan atau “doa”, adalah doa permohonan atau permintaan. Umat Muslim menganggap ini sebagai tindakan ibadah yang mendalam. Muhammad dilaporkan mengatakan, “Dua adalah inti dari ibadah”

Edisi kali ini admin ingin memberi tahu Doa – doa mustajab beserta asbabun nuzulnya :
Asbābun Nuzūl (Arab: اسباب النزول, Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat)) adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur’an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hukum dari hikmah di balik kisah diturunkannya suatu ayat.[1] Ibnu Taimiyyah mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yang kukuh untuk menyelami makna suatu ayat Al-Qur’an.
( https://id.wikipedia.org/wiki/Asbabun_Nuzul )
1. Doa Mohon Kesolehan
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُرَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Robbanaa taqqobal minnaa innaka antas sami’ul ‘aliim. Robbannaa waj’alna muslimaini laka wa min dzuriyyatinaa umatan muslimatan laka wa arinaa manasikanaa wa tub ‘alainaa innaka antat tawwabur rohiim.
“Ya Allah, terimalah bakti kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikan kami berdua orang yang taat pada‐Mu, dan jadikanlah keturunan kami umat yang patuh pada‐Mu. Tunjukkan tata cara dan tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Kau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al‐Baqarah: 127‐128).
Penjelasan:
Doa ini dibaca Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Kabah, yang waktu itu ditimpa banjir besar (zaman Nabi Nuh). Kemudian Nabi Ibrahim dibantu puteranya Ismail membangun kembali Ka’bah.
2. Doa Keselamatan
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Allah, jangan siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Allah, jangan bebankan pada kami beban berat seperti Kau bebankan pada orang‐orang sebelum kami. Ya Allah, jangan Kau pikulkan pada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Ampunilah dan maafkan kami, serta rahmatilah kami. Kaulah Penolong kami, maka tolonglah kami untuk mengalahkan orang‐orang kafir.” (QS. Al‐Baqoroh: 286).
Penjelasan:
Ibnu Katsir merangkum sepuluh hadist tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadist: “Barangsiapa yang membaca dua ayat akhir surah Al‐Baqarah (ayat 285‐286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan.”
3. Doa Taubat
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Allah, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Kau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat pada kami, niscaya kami termasuk orang‐orang yang rugi.” (QS. Al‐A’rôf 23).
Penjelasan:
Doa ini doa Nabi Adam dan isterinya Hawa, ketika keduanya dikeluarkan dari surga.
4. Doa Keluarga Sakinah
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Allah, jadikanlah aku dan anak cucuku orang‐orang yang teguh mendirikan shalat, ya Allah kabulkan doaku. Ya Allah ampunanilah diriku dan kepada kedua orang tuaku serta orang‐orang mukmin pada hari kiamat.” (QS. Ibrôhîm: 40‐41).
Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca
dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta
turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt,
khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.
Dalam Al‐Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim, ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota aman, tentram dan anak turunannya diselamatkan dari kemusyrikan.
5. Doa Mohon Perlindungan
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Allah, sungguh aku berlindung pada‐Mu dari sesuatu yang aku tidak tahu hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun serta tidak menaruh belas kasihan padaku, niscaya aku termasuk orang‐orang yang merugi.” (QS. Hûd: 47).
Penjelasan:
Doa
ini merupakan doanya Nabi Nuh, yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya
(kan’an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh
protes kepada Allah Swt., “Kenapa anaknya (kan’an) ikut dihancurkan
padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji
akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku.” (QS. Hûd: 45).
Allah menjawab: “Bahwa dia (Kan’an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak soleh dan tidak beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka‐mereka yang beriman kepada Allah (QS. Hûd: 46). Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh berdoa dengan doa ini dan Allah mengabulkan doanya (QS. Hûd: 48).
6. 70 Ribu Malaikat Memohon Ampunan
Berdasarkan hadist Nabi, pembaca surat ini akan dimohonkan ampunan dari 70 ribu malaikat. Sungguh sebuah kehormatan bisa mendapat doa dari makhluk Allah yang sangat taat tersebut. Lantas surat apakah yang dimaksud?
Surat yang bisa dibaca untuk mendapatkan keistimewaan tersebut adalah surat Ad-Dukhoon. Surat ke-44 ini turun di Kota MEKAH dan memiliki 59 ayat. Ad Dukhoon memiliki arti kabut asap, karena di dalamnya banyak menceritakan tentang asap.
Hadist tentang keutamaan surat ini berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya
” Barangsiapa membaca Ad-Dukhoon (QS.44) pada suatu malam, maka tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun baginya.” (HR Tirmidzi).
Hamba yang dimuliakan Allah SWT ini mendoakan manusia agar mendapat ampunan dari Allah. Mereka tidak akan memberikan syafaat kecuali kepada orang-orang yang diridhai Allah. Mereka beristigfar agar orang-orang yang beriman diampuni kesalahan dan dosanya kepada Allah.
” Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabb-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Asy-Syura : 5 ).
Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat. Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini. Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka. Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula. Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.
https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ad-Dukhan .
Ad-Dukhoon (QS.44)
SURAT KE 44 : 59 ayat
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang)
001 حم Haa miim “Haa Miim.” – (QS.44:1)
002 وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ Wal kitaabil mubiin(i) “Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan,” – (QS.44:2)
003 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ Innaa anzalnaahu fii lailatin mubaarakatin innaa kunnaa mundziriin(a) “sesungguhnya, Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya, Kami-lah yang memberi peringatan.” – (QS.44:3)
004 فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ Fiihaa yufraqu kullu amrin hakiimin “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” – (QS.44:4)
005 أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ Amran min ‘indinaa innaa kunnaa mursiliin(a) “(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul,” – (QS.44:5)
006 رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Rahmatan min rabbika innahu huwassamii’ul ‘aliim(u) “sebagai rahmat dari Rabb-mu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui,” – (QS.44:6)
007 رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ Rabbis-samaawaati wal ardhi wamaa bainahumaa in kuntum muuqiniin(a) “Rabb Yang memelihara langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang menyakini.” – (QS.44:7)
008 لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الأوَّلِينَ Laa ilaha ilaa huwa yuhyii wayumiitu rabbukum warabbu aabaa-ikumul au-waliin(a) “Tidak ada Rabb (yang berhak disembah), melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. (Dialah) Rabb-mu dan Rabb bapak-bapakmu yang terdahulu.” – (QS.44:8)
009 بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ Bal hum fii syakkin yal’abuun(a) “Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.” – (QS.44:9)
010 فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ Faartaqib yauma ta’tiissamaa-u bidukhaanin mubiinin “Maka tunggulah hari, ketika langit membawa kabut yang nyata.” – (QS.44:10)
011 يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ Yaghsyannaasa hadzaa ‘adzaabun aliimun “Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” – (QS.44:11)
012 رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ Rabbanaaaksyif ‘annaal ‘adzaaba innaa mu’minuun(a) “(Mereka berdo’a): ‘Ya Rabb-kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.” – (QS.44:12)
013 أَنَّى لَهُمُ الذِّكْرَى وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ Anna lahumudz-dzikra waqad jaa-ahum rasuulun mubiinun “Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka, seorang rasul yang memberi penjelasan,” – (QS.44:13)
014 ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ Tsumma tawallau ‘anhu waqaaluuu mu’allamun majnuunun “kemudian mereka berpaling darinya, dan berkata: ‘Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain), lagi pula seorang yang gila.” – (QS.44:14)
015 إِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيلا إِنَّكُمْ عَائِدُونَ Innaa kaasyifuul ‘adzaabi qaliilaa innakum ‘aa-iduun(a) “Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu, agak sedikit sesungguhnya (di antara) kamu, (yang) akan kembali (mengikuti kebenaran-Nya, dan sebagian besarnya tetap ingkar).” – (QS.44:15)
016 يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ Yauma nabthisyul bathsyatal kubra innaa muntaqimuun(a) “(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.” – (QS.44:16)
017 وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ Walaqad fatannaa qablahum qauma fir’auna wajaa-ahum rasuulun kariimun “Sesungguhnya, sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir’aun, dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia,” – (QS.44:17)
018 أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ An adduu ilai-ya ‘ibaadallahi innii lakum rasuulun amiinun “(dengan berkata): ‘Serahkan kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya (untuk diutus) kepadamu,” – (QS.44:18)
019 وَأَنْ لا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ إِنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ Wa-an laa ta’luu ‘alallahi innii aatiikum bisulthaanin mubiinin “dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu, dengan membawa bukti yang nyata.” – (QS.44:19)
020 وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ Wa-innii ‘udztu birabbii warabbikum an tarjumuun(i) “Dan sesungguhnya, aku (Musa) berlindung kepada Rabb-ku dan Rabb-mu, dari keinginanmu merajamku,” – (QS.44:20)
021 وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِي فَاعْتَزِلُونِ Wa-in lam tu’minuu lii faa’taziluun(i) “dan jika kamu tidak beriman kepadaku, maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)’.” – (QS.44:21)
022 فَدَعَا رَبَّهُ أَنَّ هَؤُلاءِ قَوْمٌ مُجْرِمُونَ Fada’aa rabbahu anna ha’ulaa-i qaumun mujrimuun(a) “Kemudian Musa berdo’a kepada Rabb-nya: ‘Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)’.” – (QS.44:22)
023 فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلا إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ Fa-asri bi’ibaadii lailaa innakum muttaba’uun(a) “(Allah berfirman): ‘Maka berjalanlah kamu, dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar,” – (QS.44:23)
024 وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَ Waatrukil bahra rahwan innahum jundun mughraquun(a) “dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan’.” – (QS.44:24)
025 كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ Kam tarakuu min jannaatin wa’uyuunin “Alangkah banyaknya taman dan mata air, yang mereka tinggalkan,” – (QS.44:25)
026 وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ Wazuruu’in wamaqaamin kariimin “dan kebun-kebun, serta tempat-tempat yang indah-indah,” – (QS.44:26)
027 وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ Wana’matin kaanuu fiihaa faakihiin(a) “dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmati-nya,” – (QS.44:27)
028 كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ Kadzalika wa-auratsnaahaa qauman aakhariin(a) “demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.” – (QS.44:28)
029 فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالأرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ Famaa bakat ‘alaihimussamaa-u wal ardhu wamaa kaanuu munzhariin(a) “Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka, dan merekapun tidak diberi tangguh.” – (QS.44:29)
030 وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ Walaqad najjainaa banii israa-iila minal ‘adzaabil muhiin(i) “Dan sesungguhnya, telah Kami selamatkan Bani Israil, dari siksaan yang menghinakan,” – (QS.44:30)
031 مِنْ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا مِنَ الْمُسْرِفِينَ Min fir’auna innahu kaana ‘aaliyan minal musrifiin(a) “dari (azab) Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.” – (QS.44:31)
032 وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَى عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ Walaqad-iikhtarnaahum ‘ala ‘ilmin ‘alal ‘aalamiin(a) “Dan sesungguhnya, telah Kami pilih mereka, dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa.” – (QS.44:32)
033 وَآتَيْنَاهُمْ مِنَ الآيَاتِ مَا فِيهِ بَلاءٌ مُبِينٌ Waaatainaahum minaaayaati maa fiihi balaa-un mubiinun “Dan Kami telah memberikan kepada mereka, di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami), sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata.” – (QS.44:33)
034 إِنَّ هَؤُلاءِ لَيَقُولُونَ Inna ha’ulaa-i layaquuluun(a) “Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata:” – (QS.44:34)
035 إِنْ هِيَ إِلا مَوْتَتُنَا الأولَى وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَ In hiya ilaa mautatunaal aula wamaa nahnu bimunsyariin(a) “tidak ada kematian, selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,” – (QS.44:35)
036 فَأْتُوا بِآبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ Fa’tuu biaabaa-inaa in kuntum shaadiqiin(a) “maka datangkanlah (hidupkanlah kembali) bapak-bapak kami, jika kamu memang orang-orang yang benar’.” – (QS.44:36)
037 أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ أَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ Ahum khairun am qaumu tubba’in waal-ladziina min qablihim ahlaknaahum innahum kaanuu mujrimiin(a) “Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik, ataukah kaum Tubba’, dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka, karena sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang berdosa.” – (QS.44:37)
038 وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ Wamaa khalaqnaas-samaawaati wal ardha wamaa bainahumaa laa’ibiin(a) “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dengan bermain-main.” – (QS.44:38)
039 مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ Maa khalaqnaahumaa ilaa bil haqqi walakinna aktsarahum laa ya’lamuun(a) “Kami tidak menciptakan keduanya, melainkan dengan hak, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” – (QS.44:39)
040 إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ Inna yaumal fashli miiqaatuhum ajma’iin(a) “Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu, adalah hari yang dijanjikan bagi mereka semuanya,” – (QS.44:40)
041 يَوْمَ لا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ Yauma laa yughnii maulan ‘an maulan syai-an walaa hum yunsharuun(a) “yaitu hari, yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat, kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,” – (QS.44:41)
042 إِلا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ Ilaa man rahimallahu innahu huwal ‘aziizur-rahiim(u) “kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Penyayang.” – (QS.44:42)
043 إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ Inna syajaratazzaqquum(i) “Sesungguhnya pohon zaqqum itu,” – (QS.44:43)
044 طَعَامُ الأثِيمِ Tha’aamul atsiim(i) “makanan orang yang banyak berdosa.” – (QS.44:44)
045 كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ Kal muhli yaghlii fiil buthuun(i) “(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,” – (QS.44:45)
046 كَغَلْيِ الْحَمِيمِ Kaghalyil hamiim(i) “seperti mendidihnya air yang sangat panas.” – (QS.44:46)
047 خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيمِ Khudzuuhu faa’tiluuhu ila sawaa-il jahiim(i) “Peganglah dia (hai malaikat), kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.” – (QS.44:47)
048 ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ Tsumma shubbuu fauqa ra’sihi min ‘adzaabil hamiim(i) “Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya, siksaan (dari) air yang amat panas.” – (QS.44:48)
049 ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ Dzuq innaka antal ‘aziizul kariim(u) “Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa, lagi mulia.” – (QS.44:49)
050 إِنَّ هَذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ Inna hadzaa maa kuntum bihi tamtaruun(a) “Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu kamu selalu meragu-ragukan-nya.” – (QS.44:50)
051 إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ Innal muttaqiina fii maqaamin amiinin “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, berada dalam tempat yang aman,” – (QS.44:51)
052 فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ Fii jannaatin wa’uyuunin “(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air;” – (QS.44:52)
053 يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ Yalbasuuna min sundusin wa-istabraqin mutaqaabiliin(a) “mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,” – (QS.44:53)
054 كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ Kadzalika wazau-wajnaahum bihuurin ‘iinin “demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” – (QS.44:54)
055 يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ Yad’uuna fiihaa bikulli faakihatin aaminiin(a) “Di dalamnya, mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekuatiran),” – (QS.44:55)
056 لا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلا الْمَوْتَةَ الأولَى وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ Laa yadzuuquuna fiihaal mauta ilaal mautatal aula wawaqaahum ‘adzaabal jahiim(i) “mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya (Surga), kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,” – (QS.44:56)
057 فَضْلا مِنْ رَبِّكَ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Fadhlaa min rabbika dzalika huwal fauzul ‘azhiim(u) “sebagai karunia dari Rabb-mu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” – (QS.44:57)
058 فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ Fa-innamaa yassarnaahu bilisaanika la’allahum yatadzakkaruun(a) “Sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur’an itu, dengan bahasamu, supaya mereka mendapat pelajaran.” – (QS.44:58)
059 فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ Faartaqib innahum murtaqibuun(a) “Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).” – (QS.44:59)
Sahabat Sederhana semoga bermanfaat dan menambah ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, dan selalu mengikuti ajaran-ajaran Baginda Rasulullah SAW dan kita semua bisa mendapatkan syafaatnya di Yaumul hisab . Amin
Yaumul Hisab. Secara etimologi hisab adalah perhitungan. … Dan menurut istilah yaumul hisab adalah peristiwa allah menampakkan kepada manusia amalan mereka di dunia dan menetapkannya atau allah mengingatkan dan memberitahukan kepada manusia tentang amalan kebaikan dan keburukan yang telah mereka lakukan.