Tips Jitu cara mudah membuat media tanam di Polybag atau Pot

bibitbunga.com

Sahabat sederhana media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam akan menentukan tingkat keberhasilan dalam perkembangan pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya mempengaruhi hasil produksi.Ada banyak jenis media tanam sekarang ini. Apalagi dengan berkembangnya berbagai metode bercocok tanam, seperti Hidroponik dan Aeroponik.

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Aeroponik adalah proses menanam tanaman di lingkungan udara atau kabut tanpa menggunakan tanah atau media agregat. Kata “aeroponik” berasal dari bahasa Yunani yang berarti aer dan ponos.
youtube.com

Setiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Misalnya, tanaman buah berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah memerlukan media tanam yang solid agar bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih memerlukan media tanam yang gembur dan mudah ditembus akar karena pada dasarnya sayuran mempunyai akar serabut yang lebih lembut dan banyak.

Untuk kali ini sahabat sederhana akan membahas media tanam yang biasa digunakan untuk budidaya sayuran organik dalam polybag ataupun pot. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak tersedia di sekitar kita dan tentunya bisa kita dikerjakan sendiri sepulang kerja atau hari libur. Cara yang akan admin sebutkan nanti cocok digunakan untuk budidaya tanaman organik karena tidak menggunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya. Disamping tersebut sayur-sayuran organik sangat baik buat kesehatan.

Bahan-bahan media tanam organik

bibitonline.com

Beragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami hingga yang sintetis. Dalam kesempatan ini admin akan sedikit membatasi pada bahan organik yang banyak tersedia di sekitaran kita saja, tentunya murah dan sangat gampang pembuatannya.

a. Tanah (Bahan dasar, Bahan Utama)

webpintar.com

Sahabat sederhana pilihan tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian (top soil). Umum terdapat dua tipe tanah yang harus diperhatikan (tanah pasir dan tanah lempung). Tanah yang berpasir memiliki kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan alias lebih cepat kering. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air sehingga akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

Top Soil merupakan tanah yang berada di lapisan paling atas tanah dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter hingga 30 sentimeter dari permukaan Bumi. Top soil akan terbentuk apabila batuan telah berderai dan hancur melalui proses geological dan berubah menjadi serpihan- serpihan kecil yang kemudian terkumpul di atas bumi. Top Soil biasanya mengandung bahan- bahan alami yang bersifat menyuburkan tanah, seperti dedaunan, ranting- ranting kayu yang telah mati. Satu inci top soil mengambil masa ribuan tahun untuk terbentuknya. Dengan demikian kita bisa menemukan top soil yang berkualitas di hutan- hutan belantara yang belum terjamah manusia.

b. Kompos atau humus

ilmugeografi.com

Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat. Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai bahan baku media tanam.

Kompos Padat : Daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Contohnya: Daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran binatang (kambing, kerbau,atau sapi)

Kompos yang ditambahkan sebaiknya berupa kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh. Kompos yang belum matang juga menimbulkan unsur panas, karena masih terjadi penguraian.

Bukan hanya kompos, ada juga pula tanah humus. Tanah humus sendiri memiliki kandungan unsur hara yang tinggi.

Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

Unsur bahan organik lain juga bisa digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja perlu digaris bawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

Pupuk kandang ialah olahan kotoran hewan, anya ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau. Zat hara yang dikandung pupuk kandang tergantung dari sumber kotoran bahan bakunya.

c. Arang sekam atau sabut kelapa

youtube.com & medium.com

Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah.

Arang sekam dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku arang sekam bisa didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras.  Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai limbah. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk sekam padi.

Manfaat arang sekam adalah bisa menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga memperbaiki drainase dan aerasi tanah.

Selain arang sekam, bisa juga digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Sabut merupakan bagian mesokarp yang berupa serat-serat kasar kelapa. Sabut biasanya disebut sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan tanaman kelapa lalu dibiarkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya paling banyak hanyalah untuk kayu bakar. Cocopeat adalah sabut kelapa, sehingga media tanam ini sangat mudah ditemukan di negara-negara tropis dan kepulauan, termasuk Indonesia.

Sahabat Sederhana ini dia cara membuat media tanam organik

Berikut ini cara-cara membuat media tanam polybag atau pot dengan menggunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik diperlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan digunakan dalam penjelasan kali ini adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. ( tanah top soil, kompos dan arang sekam (sudah kami jelaskan diatas))

Berikut langkah-langkahnya :

  • Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus dan tidak dalam kondisi menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata sehingga akan mempengaruhi perkembangan tanaman nantinya.
  • Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokhasi, atau takakura (usahakan dalam bentuk butiran halus).
  • Siapkan arang sekam.
  • Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2:1:1). Aduk hingga merata.
  • Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap digunakan.

Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi.

Takakura adalah salah satu teknik yang digunakan untuk membuat pupuk kompos yang dikhususkan dari hasil limbah dapur seperti sisa sayur sayuran hijau dari dapur.

Sekadar catatan, ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan komposisi 1:1:1 atau 2:1:1. Sesuai selera sahabat sederhana tentunya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error.+

Trial and error adalah istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada metode di mana seseorang membuat banyak kesalahan dalam proses belajar atau memecahkan masalah.

Media tanam sangat berguna apabila kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok diterapkan di lahan yang terbatas atau lahan sempit. Terutama perkarangan rumah, apalagi sekarang ini banyak perumahan dimana dilihat dari segi luasan tanahnya sangat tidak memungkinkan untuk menanam langsung ke media tanah tanpa mengunakan media lainnya seperti pot atau polybag. Oke . . . sahabat sederhana semoga tips kali ini bermanfaat.

Diterbitkan oleh Sederhana

Sederhana

Join the Conversation

  1. avatar Tidak diketahui

1 Comment

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai